KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI: MEMBANGUN PENDEKATAN BARU DALAM ANALISA ORGANISASI DI INDONESIA

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)

JALINAN INSTITUSIONAL

KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI:

MEMBANGUN PENDEKATAN BARU DALAM ANALISA ORGANISASI DI INDONESIA

KERJASAMA DEPARTEMEN SOSIOLOGI UNIVERSITAS INDONESIA DAN DEPARTEMEN SOSIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

Ruang Sidang Jurusan Sosiologi Lantai 3 FISIPOL UGM Yogyakarta, 22 dan 23 Oktober 2015

IMG_7698

Kesimpulan:

Isu kunci mengenai kontestasi belum selesai, kita harus punya posisi yang jelas tentang parameter, paling tidak ada common.

Ranah teoritik sosiologi perlu mengambil posisi yang berbeda dibanding teman- teman di hukum dan ekonomi.

Artijo punya persoalan di fak hukum karena ada kecenderungan berpihak, lagi- lagi ada perbedaan prespektif. Jadi masalah bagi siapa?

Artijo : mahasiswa aktif di pers. Kemampuan praktisi dan akademisi sebagai pengajar, minusnya ekonominya.

Proses sktukturasi apa yang dihasilkan dari sosok Kartijo

  1. Jadi yurispudensi, menjadi takut, pelembagaan institusionalisasi. Membuat orang bisa meniru (difussion) sekedar adapt.
  2. Di kantor tempat bekerja membiasakan kebiasaan- kebiasaan baru untuk tidak mudah orang berperkara datang. Rules dia. Peraturan bersama kode etik hakim ada tapi masalahnya soal integritas, maka akhirnya kenapa pak kartijo memasang itu. Dalam komteks indonesia kasus korupsi extraordinary.
  3. Prodes discourse : Persoalannya tentang instabilitas atau stabiltas atau korupsi saja.

Kita perlu menarik underline strukturenya tidak sekedar bentuk bentuk tapi kita berkewajiban menjelaskan kenapa yang dipertukan ini cara pertukarannya.

© 2015 Sorec UGM. All rights reserved. Website by Trivia Technologies.

Visitors